Latest update :

Akhirnya Kudapatkan Juga Cintaku 02

 "Maha besar Engkau ya rabb. begitu aku mencitaimu kau penuhi semua kebutuhan duniaku. engkau dekatkan orang-orang yang aku cintai kepadaku, engkau antarkan aku ke pelaminan dengan segala anugrah dan karunia-Mu"

 
... Aku menemukan jawaban atas semua kekecewaan itu. "aku telah begitu mencintainya, sampai aku melupakan cintaku kepada Allah, aku juga lupa kepada kekasih sejati yang pantas di cintai oleh semua mahluk, Baginda nabi Muhammad saw" begitu nuraniku bicara menasihatiku.

Betapa aku tak menyadari bahwa kegagalan pertama adalah ujian dari Allah, aku tak sadar. Bahkan ketika Masyati menerimaku aku semakin melambung dn semakin melupakannya. Bayanganya yang selalu datang di setiap aku melantunkan dzikir tariqah. Padahal seharusnya aku mengingat Allah dan membayangkan guru Mursyid ku.


Ilustrasi

Baru saat itulah aku menyadari kesalahanku. Dengan berlinang air mata aku memohon ampun kepada Allah. "mengapa aku mencintai mahluk melebihi sang khaliq?" mengapa aku lupa bahwa Dia-lah yang menentukan jodoh hamba-hambanya? mengapa aku mengingkarinya?" ratapku dalam do'a.

Entah berkaitan dengan do'a ku atau tidak, hari itu juga aku menerima telepon dari keluargaku di Demak. Tanpa mengemukakan alasan terperinci, mereka mengatakan ayahku menyuruhku agar segera pulang kampung. Tanpa pikir panjang akupun segera berangkat. Ketika dirumah baru aku tau jawabannya, Ibuku sakit keras, tubuhnya terbaring lemah tk berdaya, seperti menunggu kedatanganku. sehari setelah kepulanganku malam jum'at setelah shalat isya' ibuku menghembuskan nafas terakhir. "innalillahi wa inna ilaihi rojiun" seru kami yang menunggui.

Kini aku di tingal pergi ibuku untuk selamanya, tetapiaku tetap berbaik sangka bahwa itu adalah yang terbaik di mata Allah swt. 
Hari-hari berikutnya aku lebih pasrah kepada Allah swt, termasuk urusan jodoh. ya, karena jodoh ada dalam genggamannya. Dalam Al Qur'an Allah telah menjanjikan laki-laki yang baik di peruntukkan perempuan yang baik pula. Jadi jangan bermimpi mendapat yang terbaik jika kita tidak berusaha menjadi yang terbaik pula" begitu kataku dalam hati. Sejak saat itu aku bertekad untuk berusaha menggapai cinta Allah.

Beberapa tahun kemudian, aku bergabung ke lembaga yang mengirimkan da'i-da'i mudanya ke kalimantan. Aku di tempatkan di sebuah daerah di Kutai Barat, Kalimantan Timur. Kebetulan di daerah itu ada tinggal sepupuku yang sudah tinggal menetap sehingga di harapkan aku bisa menjadi lebih mudah menyesuaikan diri. 

Akhir yang Tidak di Sangka

Ilustrasi
Pada hari yang telah di tentukan, aku berangkat ke pulau Borneo. Segera saja aku larut dalam kegiatan dakwah dan pendidikan. tak lupa aku jugamengasah bakatku dalan tilawah, tentu kali ini tidak dengan membayangkan gadis Qari'ah yang jauh di sana. Hasilnya tak terlalu jelek juga, lumayan. aku berhasil masuk empat besar di kabupaten Kutai Barat. Sedangkan dalan bidang kaligrafi aku ti tingkat pertama dan lolos sampai di tingkat provinsi Kalimantan Timur. 

Selama di Kalimantan Timur aku belajar lagi.Salah satu guru utamaku adalah Sayyid Asfiyan Noor bin Nurdin As-Sahl, seorang mubalig jempolan. Dari beliau aku belajar ilmu dan seni dakwah. Aku yakin, Semua itu kelak pasti akan berguna. Beberapa waktu aku tinggal di Kutai terbesit rasa rindu dengan teman-temanku mengajar di Riau. Hanya dengan maksud mendengar kabar mereka aku mengirim surat kepada ustdz rekanku. Tanpa ku sangka rekanku menceritakan perihal suratku kepada Masyanti, si gadis Qari'ah lengkap dengan alamat tempat tinggalku di kalimantan.

Bak di sambar petir rasanya ketika suatu siang datang sepucuk surat dari Masyanti. Gadis itu mengungkapkan ke inginannya menikah denganku, Ia juga menceritakan sikap orangtuanya yang telah berubah dan siap menerimaku. 

"Ya Allah berilah aku petunjuk untuk melakukan yang terbaik menurutmu" do'a ku dalam hati. dengan penuh kepasrahan kepada Allah aku pulang ke Demak dan mengajak orangtua ku untuk melamarnya.

Sub-hanallah inilah yang disebut guratan takdir, meski mmenjalaninya dengan enteng di iringi dengan kepasrahan biasa-biasa saja, aku merasakan jalan menuju pernikhan dibuka dan di permudah. semua kebutuhan nikah termasuk mas kawin dan ongkos perjalanan mengalir dengan murahnyaris tanpa hambatan dan rintangan.

Sesaat menjelang akad nikah, air mataku berlinang membasahi pipi, "Maha besar Engkau ya rabb. begitu aku mencitaimu kau penuhi semua kebutuhan duniaku. engkau dekatkan orang-orang yang aku cintai kepadaku, engkau antarkan aku ke pelaminan dengan segala anugrah dan karunia-Mu"

Kini aku sibuk membina rumah tangga dengan sendi iman dan taqwa. kami bercita cita mendirikan lembaga seperti TPA untuk ladang dakwah jangka panjang kami.

mudah mudahan Allah mengabulkannya.


Reza Abdul Basith
Riau*AM

Majalah Alkisah april 08/

'Apapun yang terjadi, hendaknya kita tidak melupakan tugas seorang hamba. Jika kamu kejar dunia, ia pasti akan lari darimu. Jika kamu kejar akhiratmu, Dunia akan mengejarmu' 
Share this article :

Posting Komentar

-----------------------------------------------------------------------------------------------------------------
* Berkomentarlah dengan baik
* Dilarang meninggalkan link dalam komentar
* Terimakasih atas komentarnya

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. DM blog - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger